Rabu, 18 Mei 2016

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KEBUTUHAN GIZI IBU MASA NIFAS/ UIA 2016



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
 KEBUTUHAN GIZI IBU MASA NIFAS


/ UIA

DISUSUN OLEH:
RUANG : KEBIDANAN
SHANDY PRIMA KURNIAWATI
UNIVERSITAS ISLAM AS-SYAFI’IYAH
2016
 RPP 
Pokok Bahasan : kebutuhan gizi ibu nifas 
-          Sub Pokok Bahasan : pengertian kebutuhan gizi ibu nifas, fungsi gizi pada masa nifas, manfaat gizi yang seimbang pada ibu masa nifas, bentuk makanan gizi seimbang bagi ibu nifas, Kebutuhan gizi ibu menyusui, Takaran menu nutrisi ibu menyusui dalam sehari, Makanan yang harus dihindari, Penyebab apabila ibu menyusui kurang gizi.
-          Sasaran : pasien dan keluarga pasien 
-          Tempat : ruang kebidanan, RS Kol. Abunjani, Bangko 
-          Hari / Tanggal : Kamis/ 10 Juli 2014 
-          Jam : 09.00 - 09.20 WIB 
-          Waktu : 20 Menit 
-          Penyaji Materi: Shandy Prima Kurniawati
A. Tujuan Intruksional Umum 
Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit diharapkan pasien dan keluarga pasien di ruang kebidanan, RSUD KOTA BEKASI mengerti dan memahami tentang kebutuhan gizi ibu masa nifas.

B. Tujuan Intruksional Khusus 
Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit diharapkan pasien dan keluarga pasien ruang kebidanan, RSUD KOTA BEKASI, mengerti dan memahami tentang : 
1. pengertian kebutuhan gizi ibu nifas
 2. fungsi gizi pada ibu masa nifas 
3. manfaat gizi yang seimbang pada ibu masa nifas 
4. bentuk makanan gizi seimbang bagi ibu nifas 
5. Ukuran menu nutrisi ibu menyusui dalam sehari 
6. Makanan yang harus dihindari 
7. dampak apabila ibu nifas kurang gizi.

 C. STRATEGI PELAKSANAAN 


Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pembukaan
1.      Mengucapkan salam pembukadan memperkenalkan diri
2.  
± 5menit
Inti
1.       Penyampaian Materi
± 10 menit
Penutup
1.      Memberi kesempatan kepada ibu untuk bertanya tentang materi yang telah disampaikan
2.      Menjawab Pertanyaan
Evaluasi
Slam Penutup
± 5menit

F.       ALAT DAN SUMBER BELAJAR
1.    Alat
a.    Lembar Balik
b.    Leflet
2.    Sumber Belajar
      Sulistyawati, Ari. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas. Yogyakarta: Andi Offset
             Anggraini, Yetti. 2010. Asuhan Kebidanan Masa Nifas. Yogyakarta: Pustaka Rihama
             Marmi. 2012. Asuhan Kebidanan Masa Nifas “Puerperium Care”.Yogyakarta: Pustaka Belajar F. Sumber Alimul, H. A. A. 2007. Riset keperawatan dan Tekhnik Penulisan Ilmiah. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika. Brunner & Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Vol. 2. Jakarta: EGC. Djuhari, Widjajakusumah. 2003. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. Parakrama, Chandrasoma. 2006. Ringkasan Patofisiologi Anatomi Edisi 2. Jakarta: EGC. 






LAMPIRAN MATERI

KEBUTUHAN GIZI IBU MASA NIFAS
1. Pengertian 
Secara etimologi, kata “gizi” berasal dari bahasa Arab “ghidza”, yang berarti “makanan”. Gizi adalah proses makhluk hidup menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti (penyerapan), absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan. Ilmu gizi didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu yang mempelajari proses pangan setelah dikonsumsi oleh manusia, masuk ke dalam tubuh, mengalami pencernaan, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme serta pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat serta gigi yang sehat pula. Masa nifas (puerperium) adalah masa setelah keluarnya placenta sampai alat-alat reproduksi pulih seperti sebelum hamil dan secara normal masa nifas berlangsung selama 6 minggu atau 40 hari (Ambarwati, 2010). Gizi ibu menyusui adalah makanan yang mengandung zat – zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh selama masa menyusui dalam meningkatkan produksi ASI sebagai makanan bayi. Nutrisi ibu masa nifas yaitu nutrisi yang seharusnya dikonsumsi ibu setelah melahirkan prinsipnya yaitu tinggi kalori dan protein. Nutrisi di butuhkan oleh ibu masa nifas sebagai sumber tenaga, zat pembangun dan zat pengatur tubuh supaya pertumbuhan dan perkembangan bayi yang disusui dapat tumbuh dengan sehat dan memperlancar produksi ASI serta dapat mempertahankan kesehatan ibu sendiri. Ibu masa nifas memerlukan makanan yang mengandung tinggi protein, sayuran daun hijau dan buah-buahan setiap hari.

2. Fungsi gizi 
Pada ibu nifas Gizi memiliki beberapa fungsi yang berperan dalam kesehatan tubuh makhluk hidup, yaitu: a. Memelihara proses tubuh dalam pertumbuhan/perkembangan serta mengganti jaringan tubuh yang rusak b. Memperoleh energi guna melakukan kegiatan sehari-hari atau aktivitas c. Mengatur metabolisme dan mengatur berbagai keseimbangan air, mineral dan cairan tubuh yang lain d. Berperan dalam mekanisme pertahanan tubuh terhadap berbagai penyakit (protein) e. Berguna untuk cadangan dalam tubuh f. Berguna untuk proses ]produksi ASI yang akan dikonsumsi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan. g. Untuk pemulihan kesehatan ibu setelah melahirkan.

3.   Manfaat Gizi pada Ibu Nifas
Masa nifas atau masa menyusui adalah masa yang sangat penting, hal ini dikarenakan setelah ibu melahirkan akan memerlukan waktu untuk memulihkan kembali kondisinya dan mempersiapkan ASI sebagai makanan pokok untuk bayinya. Oleh karena itu diperlukan gizi atau nutrisi yang dapat memenuhi kebutuhannya. Nutrisi atau gizi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan metabolismenya. Kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui akan meningkat 25 %, karena berguna untuk proses kesembuhan karena sehabis melahirkan dan untuk memproduksi air susu yang cukup untuk menyehatkan bayi. Ibu nifas memerlukan diet untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi, mencegah konstipasi, dan memulai proses pemberian ASI eksklusif. Asupan kalori perhari ditingkatkan sampai 2700 kalori. Asupan cairan perhari ditingkatkan sampai 3000 ml (susu 1000 ml). Suplemen zat besi dapat diberikan pada ibu nifas selama 4 minggu pertama setelah kelahiran. 4. Bentuk Makanan Gizi Seimbang Bagi Ibu Nifas 
a. Mengkonsumsi makanan tambahan, kurang lebih 500 kalori tiap hari 
b. Makan dengan diet gizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak,
      vitamin, dan mineral 
c. Minum sedikitnya 2 liter setiap hari (anjurkan ibu minum setiap kali menyusui) 
d. Mengkonsumsi tablet besi selama 40 hari post partum (Pil zat besi (sulfas/glukonas ferrosus)
     untuk menambah zat gizi. 
e. Mengkonsumsi vitamin A 200.000 intra unit, agar bisa memberikan vitamin A kepada
      anaknya melalui ASI (Air Susu Ibu)-nya. 
f. Makan makanan yang tidak merangsang, baik secara termis, mekanis atau kimia untuk
     menjaga kelancaran pencernaan 
g. Batasi makanan yang berbau keras (tidak terlalu asin, pedas atau berlemak, tidak mengandung
    nikotin serta bahan pengawet atau pewarna) 
h. Gunakan bahan makanan yang dapat merangsang produksi ASI, misalnya sayuran hijau. Zat-
     zat yang dibutuhkan ibu setelah persalinan antara lain: 
1. Kalori Kebutuhan kalori pada masa menyusui sekitar 400-500 kalori. Wanita dewasa
      memerlukan 1800 kalori per hari. Sebaiknya ibu nifas jangan mengurangi kebutuhan kalori,
      karena akan mengganggu proses metabolisme tubuh dan menyebabkan ASI rusak. 
2. Protein Kebutuhan protein yang dibutuhkan adalah 3 porsi per hari. Satu protein setara dengan
     tiga gelas susu, dua butir telur, lima putih telur, 120 gram keju, 1 ¾ gelas yoghurt, 120-140
     gram ikan/daging/unggas, 200-240 gram tahu atau 5-6 sendok selai kacang. 
3. Kalsium dan vitamin D Kalsium dan vitamin D berguna untuk pembentukan tulang dan gigi.
     Kebutuhan kalsium dan vitamin D didapat dari minum susu rendah kalori atau berjemur di
     pagi hari. Konsumsi kalsium pada masa menyusui meningkat menjadi 5 porsi per hari. Satu
     setara dengan 50-60 gram keju, satu cangkir susu krim, 160 gram ikan salmon, 120 gram ikan
     sarden, atau 280 gram tahu kalsium. 
4. Magnesium Magnesium dibutuhkan sel tubuh untuk membantu gerak otot, fungsi syaraf dan
     memperkuat tulang. Kebutuhan megnesium didapat pada gandum dan kacang-kacangan. 
5. Sayuran hijau dan buah Kebutuhan yang diperlukan sedikitnya tiga porsi sehari. satu porsi
     setara dengan 1/8 semangka, 1/4 mangga, ¾ cangkir brokoli, ½ wortel, ¼-1/2 cangkir sayuran
     hijau yang telah dimasak, satu tomat. 
6. Karbohidrat kompleks Selama menyusui, kebutuhan karbohidrat kompleks diperlukan enam
     porsi per hari. Satu porsi setara dengan ½ cangkir nasi, ¼ cangkir jagung pipil, satu porsi
     sereal, satu iris roti dari bijian utuh, ½ kue muffin dari bijian utuh, 2-6 biskuit kering atau
     crackers, ½ cangkir kacang-kacangan, 2/3 cangkir kacang koro, atau 40 gram mi/pasta dari
     bijian utuh. 
7. Lemak Rata-rata kebutuhan lemak dewasa adalah 41/2 porsi lemak (14 gram perporsi)
     perharinya. Satu porsi lemak sama dengan 80 gram keju, tiga sendok makan kacang tanah
     atau kenari, empat sendok makan krim, secangkir es krim, ½ buah alpukat, dua sendok makan
     selai kacang, 120-140 gram daging tanpa lemak, sembilan kentang goreng, dua iris cake, satu
     sendok makan mayones atau mentega, atau dua sendok makan saus salad. 
8. Garam Selama periode nifas, hindari konsumsi garam berlebihan. Hindari makanan asin
     seperti kacang asin, keripik kentang atau acar. 
9. Cairan Konsumsi cairan sebanyak 8 gelas per hari. Minum sedikitnya 2 liter tiap hari.
      Kebutuhan akan cairan diperoleh dari air putih, sari buah, susu dan sup. 
10. Vitamin Kebutuhan vitamin selama menyusui sangat dibutuhkan. Vitamin yang diperlukan
       antara lain: a. Vitamin A yang berguna bagi kesehatan kulit, kelenjar serta mata. Vitamin A
       terdapat dalam telur, hati dan keju. Jumlah yang dibutuhkan adalah 1,300 mcg. b. Vitamin
       B6 membantu penyerapan protein dan meningkatkan fungsi syaraf. Asupan vitamin B6
     sebanyak 2,0 mg per hari. Vitamin B6 dapat ditemui di daging, hati, padi-padian, kacang
      polong dan kentang. c. Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan stamina dan
      daya tahan tubuh. Terdapat dalam makanan berserat, kacang-kacangan, minyak nabati dan
      gandum. 
11. Zinc (Seng) Berfungsi untuk kekebalan tubuh, penyembuhan luka dan pertumbuhan.
       Kebutuhan Zinc didapat dalam daging, telur dan gandum. Enzim dalam pencernaan dan
       metabolisme memerlukan seng. Kebutuhan seng setiap hari sekitar 12 mg. Sumber seng
       terdapat pada seafood, hati dan daging. 
12. DHA DHA penting untuk perkembangan daya lihat dan mental bayi. Asupan DHA
       berpengaruh langsung pada kandungan dalam ASI. Sumber DHA ada pada telur, otak, hati
       dan ikan. Makanan yang dikonsumsi ibu nifas harus mengandung zat gizi sebagai berikut : 
1. Sumber tenaga (energi) Untuk pembakaran tubuh, pembentukan jaringan baru, penghemat protein (jika sumber tenaga kurang, protein dapat digunakan sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan energi). Zat gizi sebagai sumber karbohidrat terdiri dari beras, sagu, jagung, tepung terigu dan ubi. Sedangkan zat lemak dapat diperoleh dari hewani(lemak,mentega,keju) dan nabati (kelapa,sawit, minyak sayur, minyak kepala dan margarine). 
2. Sumber pembangun (protein) Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak atau mati. Protein dari makanan harus diubah menjadi asam amino sebelum diserap oleh sel mukosa usus dan dibawa ke hati melalui pembuluh darah vena porta. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani ( ikan, udang, kerang, kepiting, daging ayam, hati, telur, susu dan keju ) dan protein nabati ( kacang tanah, kacang merah, kacang hijau, kedelai, tahu dan tempe ). Sumber protein terlengkap terdapat dalam susu, telur, keju, ketiga makanan tersebut juga mengandung zat kapur, zat besi dan vitamin B. 
3. Sumber pengatur dan pelindung (Mineral, vitamin dan air) Unsur-unsur tersebut digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan pengatur kelancaran metabolisme dalam tubuh. Ibu menyusui minum air sedikinya 2 liter setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali habis menyusui). Sumber zat pengatur diperoleh dari semua jenis sayuran dan buah-buahan segar. 

5. Ukuran menu nutrisi ibu menyusui dalam sehari Jenis Makanan Usia Bayi 0-6 Bulan Usia Bayi > 6 Bulan Nasi 5 piring 4 piring Ikan 3 potong 2 potong Tempe 5 potong 4 potong Sayuran 3 mangkuk 3 mangkuk Buah 2 potong 2 potong Gula 5 sendok 5 sendok Susu 1 gelas 1 gelas Air 8 gelas 8 gelas Tabel Tambahan Makanan Untuk Ibu Menyusui Bahan Makanan Tidak Menyusui (gr) Menyusui 0 – 6 bulan (gr) Menyusui 7 – 12 bulan (gr) Menyusui 13 – 24 bulan Beras 250 = nasi 500 gr/5 gelas 50 = nasi 100 gr/ 1 gelas 50 50 Protein hewani 100 (2 potong) 50 (1 potong) 50 50 Telur 50 (1 butir) 50 (1 potong) 50 50 Protein nabati 100 (4 potong) 50 (2 potong) 50 50 Kacang hijau 25 (2,5 sdm) 51 (5 sdm) - - Sayuran 200 (2 gelas) 100 (1 gelas) 100 100 Buah 201 (2 potong) 100 (1 potong) 100 100 Minyak 25 (2,5 sdm) 25 (2,5 sdm) 25 25 Gula 25 (2,5 sdm) 25 (2,5 sdm) 25 25 Susu bubuk 25 (2,5 sdm) 50 (5 sdm) 50 25

Contoh Menu Makanan Ibu Nifas dalam 1 Hari a. Pagi Nasi : 2 sendok nasi Tempe goreng : 1 potong sedang Telur ceplok : 1 butir Tumis kacang panjang dan wortel : 1 mangkok kecil Susu : 1 gelas Snak pukul 10.00 WIB 1potong pepaya 1Cangkir teh manis b. Siang Nasi : 2 sendok nasi Semur daging : 1 potong daging Tahu goreng : 1 bungkus Sayur bubur bayam : 1 mangkok kecil Buah semangka : 1 iris sedang Snak pukul 16.00 WIB 1 potong pisang rebus 1 cangkir teh manis c. Malam Nasi : 2 sendok nasi Pepes ikan teri : 1 bungkus Perkedel goreng : 1 buah Cah kangkung – taoge : 1 mangkok kecil Snak pukul 21.00-22.00 WIB Susu : 1 gelas Wafer : 1 bungkus 

6. Makanan Yang Harus Dihindari Ibu Nifas 
a. Kopi 
Makanan yang cukup berbahaya dan perlu untuk dihindari selama Ibu dalam masa menyusui adalah makanan dan minuman yang mengandung Kafein. Hal ini dikarenakan kafein pada ibu menyusui tidak akan terbuang secara sempurna, melainkan sebagiannya akan tersisa pada ASI yang dihasilkan.Pada akhirnya, ASI yang dihasilkan akan mengandung kafein dan tertelan oleh bayi. Akibatnya bayi dapat menjadi rewel dan sulit tidur, dikarenakan mereka belum dapat mengeluarkan kafein dari dalam tubuh sebaik orang dewasa. 
 b. Coklat 
coklat dapat berbahaya bagi bayi yang sedang dalam masa menyusui. Hal ini diakibatkan karena coklat mengandung kafein yang cukup tinggi, yaitu antara 5-35 mg dalam setiap 30gram coklat. Hal ini seperti telah dijelaskan sebelumnya, akan dapat membuat bayi sulit tidur. 
c. Makanan Yang Pedas 
Hal ini dikarenakan kandungan rasa pedas yang ada di dalam makanan tersebut, sedikit banyak akan terkonsumsi oleh bayi melalui ASI, dan akan membuat perut anak menjadi panas (iritasi) dan bahkan dapat mengakibatkan diare. 
d. Overdosis Vitamin C 
Kita semua tahu bahwa vitamin C akan dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan juga membantu untuk mempercepat penyembuhan penyakit. Vitamin C jelas sangat baik untuk tubuh, tidak perlu diragukan lagi.Tapi jangan sampai memakan vitamin C terlalu banyak, karena vitamin C cenderung bersifat asam. Vitamin C yang terbawa terlalu banyak di dalam ASI pada akhirnya akan dapat membuat perut bayi menjadi perih dan juga membuat sistem pencernaan bayi terkena iritasi.Pada umumnya, jika tubuh kita kelebihan vitamin C, maka akan dibuang melalui sistem ekskresi (urin) sehingga secara umum tidak akan berbahaya. Akan tetapi pada bayi yang masih kecil, sistem pencernaan mereka belum bekerja dengan baik sehingga kelebihan vitamin C akan tersimpan lama di dalam tubuh dan menimbulkan efek negatif.Konsumsi vitamin C sewajarnya saja, sekitar 60 mg / hari, sesuai kebutuhan harian normal. Tidak perlu konsumsi terlalu banyak, khawatir berefek negatif untuk bayi. 
e. Lemak Jenuh & Lemak Trans Makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans akan dapat berbahaya bagi perkembangan otak bayi. Hal itu dikarenakan lemak jenuh dan lemak trans (trans fat) terbukti menghambat produksi omega 3, yang sangat dibutuhkan oleh perkembangan otak bayi. Hindari makanan gorengan yang memakai minyak bekas karena mengandung lemak jenuh yang tinggi. Selain itu, hindari makanan fast food seperti hamburger dan hot dog karena mengandung lemak trans (trans fat) yang berbahaya. 
f. Alkohol & Nikotin alkohol dan nikotin akan terbawa dalam ASI dan terkonsumsi oleh bayi.Pada bayi, efek negatif alkohol (minuman keras) dan nikotin (rokok) akan sangat terasa, di antaranya kecanduan terhadap kedua hal tersebut. Hal ini akan membuat bayi pusing, lemah, sulit bangun dan juga produksi ASI pun akan berkurang.

7. Dampak Apabila Ibu Nifas Kurang Gizi. 
Dapat terjadi kekurangan nutrisi Yaitu kekurangan intake dari zat-zat makanan terutama protein dan karbohidrat. Dapat mempengaruhi pertumbuhan, perkembngan dan kognisi serta dapat memperlambat proses penyembuhan. Tipe-tipe malnutrisi : 
a. Defisiensi Nutrien ; contoh : kurang makan buah dan sayur menyebabkan kekurangan vitamin
    C yang dapat mengakibatkan perdarahan pada gusi. 
b. Marasmus ; kekurangan protein dan kalori sehingga terjadinya pembongkaran lemak tubuh
    dan otot. Gambaran klinis : atropi otot, menghilangnya lapisan lemak subkutan, kelambatan
     pertumbuhan, perut buncit, sangat kurus seperti tulang dibungkus kulit. 
c. kekurangan protein karena diet yang kurang protein atau disebabkan karena protein yang
     hilang secara fisiologis (misalnya keadaan cidera dan infeksi). Ciri-cirinya : lemah, apatis,
     hati membesar, BB turun, atropi otot, anemia ringan, perubahan pigmentasi pada kulit dan
     rambut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar